Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone

Diposting oleh mermanarts on Selasa, 31 Januari 2012


HP DITENTENG DI JALAN
- BB : Lagi nungguin bbm dari si ayang : (always bbm)
- Android : Lagi sambil nge-restore, rom yang sebelumnya ga enak. (always ngoprek)
- Iphone : Gpp, seneng aja megangnya. (always bangga)

DI DALAM CAFE SENDIRIAN
- BB : Wakaka, bego banget sih neh orang, broadcast ke yang laen ahh. (dengan suara kencang)
- Iphone/Android : senyum2, baca tret di kaskus “ada ababil pake BB ketawa kenceng banget di cafe”

NGECHARGE HP SAMBIL DI PAKE
- BB : lagi tanggung neh, si A curhat seru banget di grup.
- Iphone : lagi tanggung neh, bentar lagi level 200 selese gw.
- Android : lagi tanggung neh, download rom baru, ga sabar pengen ngeflash.

STATUS BUSY DI MESSAGING
- BB : ga bisa diganggu, lagi nyetir. (hanya nyetir yang bisa menghentikannya)
- Iphone : busy. “ga sengaja ke sync itunes, ilang deh apps gw” (for jailbreak users only)
- Android : not available, “lagi ngeflash rom” (almost all users)

LAGI SENENG
- Android : Horeee, akhirnya Hp gw dapet ICS, download… download
- Iphone : Horeee, akhirnya tamat juga neh game. Maen apaan lagi yah?
- BB : Horeee, akhirnya keluar juga BB gw dari service center.

NYASAR DI JALAN
- BB
A = BB user
T = temen yang nyupir
A : “bentar gw bbm temen gw yah… Oi ciiinnn, ke airport dari Jl. A lewat mana?”.
T : “udah dibales belom, kok lama?”.
A : “bentar lagi pending”.
T : “hadeehhh….”
- Iphone
B = Iphone user
S = SIRI
B : “tenang ada SIRI”.
S : “What can I helped you sir B”.
B : “Show me the way to aerpot”.
S : “Sorry sir B, I don’t understand the meaning of Aerpot”.
- Android
C = Android User
T = Temen yang nyetir
C : “Tenang ada Google Maps…. oke dapet… 100 meter depan belok kiri”.
T : “ohh oke… 100 meter kan… bukan belokan di depan berarti”.
C : “ehh… loh.. kyknya yang itu deh”.
T : “Lah katanya 100 meter?”.
C :”Maap lagi dapet EDGE, Accuracy 1000 meter “.(akurasi google maps tidak cukup hanya gps, butuh signal juga. Kecuali pake 3rd party seperti ndrive/papago)(pengucapan yang salah tidak akan dimengerti oleh SIRI)

APLIKASI
- Iphone : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, cmn mahal juga yah 25 dollar. Nabung dulu deh.(menghargai hasil kerja orang lain)
- Android : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, download ahh dari blapkmarket/pandaapp/apktop /4*shared/filestube. (hidup petani )
- BB : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, ada yang buat BB ga yah?? (so sorry to heard that)

GAME ONLINE
- Iphone : “Ayo coba lawan karakter Homerun 3D gw”
- Android : “Sapa takut? buruan add gw.”
- BB : “Ya udah, gw kasih support aja deh buat kalian.”

BROWSING
- Android : “Beehh liat deh di website ini, keren euy”
- Iphone : “yahh pake flash yah, ga nongol di gue”
- BB : “ini web kok ngga muncul2 yah?”

YOUTUBE STREAMING
- Android : “Wakaka kocak neh video”
- Iphone : “Mana2… apa judulnya?? Haha iya gebleg banget”
- BB : “Berisik… boros pulsa tau….”

DEBAT DEVICE
A = Android freak
I = Iphone freak
B = Blackberry freak
A : “android is the best”
I : “iphone lah lebih mantab”
B : “tapi kalian berdua kan ga punya BBM”
A : “tapi google maps gw paling lengkap petanya”
I : “gw juga punya google maps, game gw lebih banyak”
A : “ahh… game terkenal iphone bentar lagi juga ada di android, elo kan ga bisa dioprek sistemnya”
I : “gw bisa di jailbreak kok, tapi SIRI gw keren abis”
A : “lebih responsif juga google voice gw, elo kan ga bisa jalanin flash”
I : “ngapain flash kan berat, mending html5″
A : “kalo itu sih gw juga bisa, terus….(dipotong oleh B)”
B : “tapi kalian berdua kan ga punya BBM”

BELI HP BARU
Iphone : beli ini untuk 1-2thn kedepan (mencari efisiensi)
BB : ini BB gw yang terakhir (mencari-cari alasan)
Android : Anjriiittt, udah mau keluar lagi yang baru (mencari duit tambahan )

PERJALANAN HP
- Iphone
2G : Pelopor Full touchscreen
3G : Pelopor smartphone tipis
3GS: Pelopor kenaikan IOS di dunia
4 : Pelopor HD Display
4S : Pelopor ganti iphone baru
- Android
1.5 : Bener-bener pemain baru
1.6 : Benerin yang 1.5
2.1 : Bener-bener niat ngejar IOS
2.2 : Mesti banyak dibenerin
2.3 : Bener-bener ueeenaaakk dipake
3.0 : Bener-bener buat tab
4.0 : Bener-bener deh… masa device gw ga dapet
- BB
Pearl : Yang penting BB
Curve : Yang penting BBM
Bold : Yang penting Keren
Storm : Yang penting Touchscreen
Onyx : Yang penting buat kerja
Torch : Yang penting style dapet, touchscreen dapet
Dakota, Bellagio, Apollo : Yah ga penting-penting amat, yang penting BB baru
More about → Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone

Foto - Foto Rebahan Yang Unik

Diposting oleh mermanarts on Senin, 30 Januari 2012

More about → Foto - Foto Rebahan Yang Unik

Saatnya Menuai Cinta

Diposting oleh mermanarts on Minggu, 29 Januari 2012

Cerita, Motivasi & Renungan #68
 
Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu - begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.

Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana. "Hutang mereka sudah jatuh tempo," kata sang tuan.

"Baik, Tuan," sahut si bodoh. "Tetapi nanti uangnya mau diapakan?"

"Belikan sesuatu yang aku belum punyai," jawab sang tuan.

Maka pergilah si bodoh ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga
si bodoh menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang
dari para penduduk kampung. Para penduduk itu memang sangat miskin, dan pula
ketika itu tengah terjadi kemarau panjang.

Akhirnya si bodoh berhasil jua menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang ia teringat pesan tuannya, "Belikan sesuatu yang belum aku miliki."

"Apa, ya?" tanya si bodoh dalam hati.

"Tuanku sangat kaya, apa lagi yang belum dia punyai?"

Setelah berpikir agak lama, si bodoh pun menemukan jawabannya. Dia kembali ke perkampungan miskin tadi. Lalu dia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannya tadi kepada para penduduk.

"Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian," katanya.

Para penduduk sangat gembira. Mereka memuji kemurahan hati sang tuan.

Ketika si bodoh pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya, sang tuan geleng-geleng kepala.

"Benar-benar bodoh," omelnya.

Waktu berlalu. Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka; pergantian pemimpin karena pemberontakan membuat usaha sang tuan tidak semulus dulu.

Belum lagi bencana banjir yang menghabiskan semua harta bendanya.

Pendek kata sang tuan jatuh bangkrut dan melarat. Dia terlunta meninggalkan rumahnya. Hanya si bodoh yang ikut serta. Ketika tiba di sebuah kampung, entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan hangat; mereka menyediakan tumpangan dan makanan buat sang tuan.

"Siapakah para penduduk kampung itu, dan mengapa mereka sampai mau berbaik hati menolongku?" tanya sang tuan.

"Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih hutang kepada para penduduk miskin kampung ini," jawab si bodoh.

"Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai adalah cinta di hati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka."

Terkadang kita tidak tahu, hal-hal yang tidak penting menurut kita ternyata justru itulah yang akan menjadi penolong disaat kita jatuh. Sedari itu....jangan pernah melupakan sesama, kebaikan sekecil apapun suatu saat kita akan menuai hasilnya......begitu pula sebailknya
More about → Saatnya Menuai Cinta

Memegang Kebenaran

Diposting oleh mermanarts on Sabtu, 28 Januari 2012

Cerita, Motivasi & Renungan #67
 
Di sebuah sekolah, seorang guru bercerita kepada murid-muridnya tentang arti sebuah "Kebenaran". Dengan lembut dan sabar, sang guru pun mulai bercerita:.........

Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri jelita dan seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki-laki semata wayangnya.

Suatu ketika pedagang tersebut pergi ke luar kota untuk berdagang; anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit datang merampok desa tempat tinggal
mereka. Para penjarah ini merampok habis harta benda, membakar rumah-rumah, dan bahkan menghabisi hidup penduduk yang mencoba melawan; rumah sang pedagang pun tak luput dari sasaran. Mereka bahkan menculik anak laki-laki sang pedagang untuk dijadikan budak.

Betapa terperanjatnya sang pedagang ketika ia pulang dan mendapati rumahnya sudah jadi tumpukan arang. Dengan gundah hati, ia mencari-cari anak tunggalnya
yang hilang. Ia menjadi frustrasi ketika mendapati banyak tetangganya yang terbantai dan mati terbakar. Di tengah kepedihan dan keputusasaan, ia menemukan seonggok belulang dan abu di sekitar rumahnya, di dekat tumpukan abu itu tergolek boneka kayu kesayangan anaknya. Yakinlah sudah ia bahwa itu
adalah abu jasad anaknya. Meledaklah raung tangisnya. ia menggelepar-gelepar di tanah sembari meraupi abu jasad itu ke wajahnya. Satu-satunya sumber kebahagiaan hidupnya telah terenggut..

Semenjak itu, pria tersebut selalu membawa-bawa abu anaknya dalam sebuah tas. Sampai setahun setelah itu ia suka mengucilkan diri, tenggelam dalam tangis sampai berjam-jam lamanya; kadang orang melihat ia tertawa sendiri, mungkin kala itu ia teringat masa-masa bahagia bersama keluarganya. Ia terus larut dalam kesedihan tak terperikan..

Musim berlalu. sang anak akhirnya berhasil meloloskan diri dari cengkeraman para penculiknya. Ia bergegas pulang ke kampung halamannya. Sesampai di kediaman ayahnya, ia mengetuk pintu rumah sembari berteriak senang, "Ayah, ini aku pulang!"

Sang ayah yang waktu itu lagi tertidur di ranjangnya, terbangun mendengar suara itu.

Ia berpikir, "Ini pasti ulah anak-anak nakal yang suka meledekku itu!"
"Pergi! Jangan main-main!"

Mendengar sahutan itu, sang anak kembali berteriak,
"Ayah! Ini aku, anakmu!

Dari dalam rumah terdengar lagi,
"Jangan ganggu aku terus! Pergi kamu!"

Sang anak menggedor pintu dan berteriak lebih lantang,
"Buka pintu ayah! Ini betul anakmu!"

Mereka saling bersahutan. sang ayah terus bersikeras tidak membuka pintu. Sang anak pun akhirnya putus asa dan berlalu dari rumah itu..

Sang Guru menutup cerita itu dan menyampaikan, "Sebagian orang begitu erat memegang apa yang mereka 'ANGGAP' sebagai kebenaran. Ketika Kebenaran Sejati betul-betul datang, belum tentu mereka membuka pintu hati mereka."
 
More about → Memegang Kebenaran

Hidup Adalah Pilihan

Diposting oleh mermanarts on Kamis, 26 Januari 2012

Cerita, Motivasi & Renungan #66
 
Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit
yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku
dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya
tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam
musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun
pagi di pucuk-pucuk daunku."

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah
ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana
sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan
tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan
terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan
pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk
mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai
semuanya aman."

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon
yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan,
kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri.

Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau
menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan
gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak
 
More about → Hidup Adalah Pilihan